About Rika

Informasi singkat tentang Saya, Nama Saya Rika Agustiani. Lahir di Tangerang pada tanggal 13 Agustus 1995. Saat ini saya sedang menjalankan studi S1 di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang berada dibawah naungan fakultas FKIP dan berada pada bidang studi PGSD Kelas 3 D. NIM 2227132304.

This is My Campus

feature Featured Work

Keep in touch

RSS Feed Twitter Facebook

Subscribe via email

Aliran Filsafat Pendidikan Perenialisme

Senin, 04 Januari 2016 0 komentar

ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PERENIALISME

ABSTRAK

Perennialisme adalah gerakan pendidikan yang mempertahankan bahwa nilai-nilai universal itu ada, dan bahwa pendidikan hendaknya merupakan suatu pencarian, penanaman kebenaran-kebenaran dan nilai-nilai tersebut. Perenialisme memandang kebenaran sebagai hal yang konstan dan abadi, atau perennial. Tujuan dari pendidikan, menurut pemikiran perennialisme, adalah memastikan bahwa para siswa memperoleh pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau gagasan-gagasan besar yang tidak berubah selama berabad-abad: jadi, gagasan-gagasan besar terus memiliki potensi yang paling besar untuk memecahkan permasalahan-permasalahan di setiap zaman. Lebih jauh lagi, filsafat perenialisme menekankan kemampuan-kemampuan berpikir rasional manusia; filsafat itu merupakan pengolahan intelektual yang membuat manusia menjadi benar-benar manusia dan membedakan mereka dari binatang-binatang lain.
PENDAHULUAN
Perenialisme merupakan sutau aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad ke-20. Perenialisme lahir dari suatu reaksi terhadap pendidikan progresif  . Perenialisme menentang pandangan progresivisme yang menekan perubahan dan suatu yang baru . Perenialisme memandang situasi dunia dewasa ini penuh kekacauan , ketidakpastian ,terutama dalam kehidupan moral , intelektual , dan sosikultural
Solusi yang ditawarkan kaum perenialis adalah jalan mundur ke belakang dengan mengunakan kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kukuh , kuat pada zaman kuno dan pertengahan . Peradaban- kuno (yunani purba) dan abad pertengahaan sebagai dasar budaya bangsa- bangsa di dunia dari masa ke masa dari abad ke abad (sa’dullah , 2009: 151 ).
Pandangan-pandangan yang telah menjadi dasar pandangan manusia tersebut,  telah teruji kemampuan dan kekuatan oleh sejarah . Pandangan -pandangan plato dan aristoteles mewakili peradaban yunani kuno , serta ajaran thomas aquina dari abad pertengahan .kaum prenialis percaya bahwa ajaran dari tokoh-tokoh tersebut memiliki kualitas yang dapat dijadikan tuntutan hidup dan kehidupan manusia pada abad ke dua puluh ini.
Mohammad Noor Syam (1984) mengemukakan pandangan perenialisme , bahwa pendidkan harus lebih banyak mengerahkan pusat perhatiannya pada kebudayaan yang btelah teruji dan tangguh. Perenialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali tau proses mengembalikan keadaan manusia sekarang seperti dalam kebudayaan ideal.perenialisme tidak melihat jalan yang meyakinkan selain , kembali pada prinsip-prinsip yang telah sedemikian rupa yang membentuk suatu sikap kebiasaan , bahwa kepribadian manusia yaitu kebudayaan dahulu (yunani kuno).

HASIL DAN PEMBAHASAN
A.      Penjelasan filsafat pendidikan aliran perenialisme
Perennialisme diambil dari kata Perennial, yang dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English diartikan sebagai “Continuing throughout the whole year” atau “Lasting for a very long time” abadi atau kekal. Dari makna yang terkandung dalam kata itu aliran perenialisme mengandung kepercayaan filsafat yang berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang bersifat kekal abadi.
Perennial berarti everlasting, tahan lama atau abadi. Aliran ini mengikuti paham realisme, yang sejalan dengan pemikrian Aristoteles bahwa manusia itu rasional. Sekolah adalah lembaga yang didesain untuk menumbuhkan kecerdasan. Siswa seyogyianya diajari gagasan besar agar mencintainya, sehingga mereka menjadi intelektual sejati. Akar filsafat ini datang dari gagasan besar Plato, Aristoteles dan kemudian dari St. Thomas Aquinas yang sangat berpengaruh pada model-model sekolah Katolik.
Kaum perrenialis mendasarkan teorinya pada pandangan universal bahwa semua manusia memiliki sifat esensial sebagai mahluk rasional, jadi tidaklah baik menggiring dan mencocok hidung mereka ke penguasaan keterampilan vokasional. Berbeda dari esensialis, eksperimen saintifik dianggap mengurangi pentingnya kapasitas manusia untuk berpikir. Pelajaran filsafat dengan demikian menjadi penting, agar siswa mampu berpikir mendalam, analitik, fleksibel, dan penuh imajinatif.
Perennialisme melihat bahwa akibat dari kehidupan zaman modern telah menimbulkan banyak krisis di berbagai bidang kehidupan umat manusia. Untuk mengatasi krisis ini perennialisme memeberikan jalan keluar berupa “kembali kepada kebudayaan masa lampau” regressive road to cultural. Oleh karena itu perennialisme memandang penting peranan pendidikan dalam proses mengembalikan keadaan manusia zaman modern ini kepada kebudayaan masa lampau yang dianggap cukup ideal dan yang telah terpuji ketangguhannya. Sikap kembali kepada masa lampau bukan berarti nostalgia, sikap yang membanggakan kesuksesan dan memulihkan kepercayaan pada nilai-nilai asasi abad silam yang juga diperlukan dalam kehidupan abad modern.
Perennialisme adalah gerakan pendidikan yang mempertahankan bahwa nilai-nilai universal itu ada, dan bahwa pendidikan hendaknya merupakan suatu pencarian, penanaman kebenaran-kebenaran dan nilai-nilai tersebut.

B.        Pandangan Filosofis Filsafat Pendidikan Aliran Perenialisme
1.   Pandangan Ontologi Perenialisme
Ontologi perenialisme terdiri dari pengertian-pengertian seperti benda individual, esensi, aksiden dan substansi. Secara ontologis, perenialisme membedakan suatu realita dalam aspek-aspek perwujudannya. Benda individual di sini adalah benda sebagaimana yang tampak di hadapan manusia dan yang ditangkap dengan panca indra seperti batu, lembu, rumput, orang dalam bentuk, ukuran, warna, dan aktivitas tertentu. Esensi dari suatu kualitas menjadikan suatu benda itu lebih intrinsik daripada fisiknya, seperti manusia yang ditinjau dari esensinya adalah makhluk berpikir. Sedangkan aksiden adalah keadaan-keadaan khusus yang dapat berubah-ubah dan sifatnya kurang penting dibandingkan dengan esensial.
Dengan demikian, segala yang ada di alam semesta ini, seperti manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan, merupakan hal yang logis dalam karakternya. Setiap sesuatu yang ada tidak hanya merupakan kombinasi antara zat atau benda, tapi juga merupakan unsur potensialitas dengan bentuk yang merupakan unsur aktualitas.
Sejalan dengan apa yang dikatakan Poedjawijatna, bahwa esensi dari kenyataan itu adalah menuju ke arah aktualitas, sehingga makin lama makin jauh dari potensialitasnya. Bila dihubungkan dengan manusia, maka manusia itu setiap waktu adalah potensialitas yang sedang berubah menjadi aktualitas. Dengan peningkatan suasana hidup spiritual ini, manusia dapat makin mendekatkan diri menuju tujuan (teleologis) untuk mendekatkan diri pada supernatural (Tuhan) yang merupakan pencipta dan tujuan akhir.

2.  Pandangan Epistemologis Perenialisme
Perenialisme berpangkal pada tiga istilah yang menjadi asas di dalam epistemologi yaitu truth, self evidence, dan reasoning. Bagi perenialisme truth adalah prasyarat asas tahu untuk mengerti atau memahami arti realita semesta raya. Sedangkan , self evidence adalah suatu bukti yang ada pada diri (realita, eksistensi) itu sendiri, jadi bukti itu tidak pada materi atau realita yang lain. Dan pengertian kita tentang kebenaran hanya mungkin di atas hukum berpikir (reasoning), sebab pengertian logis misalnya berasal dari hukum-hukum berpikir.
Dalam pandangan Perenialisme ada hubungan antara ilmu pengetahuan dengan filsafat, seraya menyadari adanya perbedaan antara kedua bidang tersebut. Hubungan filsafat dan pengetahuan tetap diakui urgensinya, sebab analisa-empiris dan analisa ontologis keduanya dianggap Perenialisme dapat komplementatif. Dan meskipun ilmu dan filsafat berkembang ke tingkat yang makin sempurna, namun tetap diakui bahwa fisafat lebih tinggi kedudukannya daripada ilmu pengetahuan.
Pandangan Aksiologi Perenialisme
Masalah nilai merupakan hal yang utama dalam Perenialisme, karena ia berdasarkan pada asas-asas supernatural yaitu menerima universal yang abadi, khususnya tingkah laku manusia. Jadi, hakikat manusia itu yang pertama-tama adalah jiwanya. Oleh karena itu, hakikat manusia itu juga menentukan hakikat perbuatannya, dan persoalan nilai adalah persoalan spiritual. Dalam aksiologi, prinsip pikiran demikian bertahan dan tetap berlaku. Secara etika, tindakan itulah yang bersesuaian dengan sifat rasional manusia, karena manusia itu secara alamiah condong pada kebaikan.
Menurut Plato, manusia secara kodrat memiliki tiga potensi: nafsu, kemauan, dan pikiran. Maka pendidikan hendaknya berorientasi pada ketiga potensi tersebut dan pada masyarakat, agar kebutuhan yang ada pada setiap lapisan masyarakat bisa terpenuhi. Dengan demikian, hendaknya pendidikan disesuaikan dengan keadaan manusia yang mempunyai nafsu, kemauan, dan pikiran. Dengan memperhatikan hal ini, maka pendidikan yang berorientasi pada potensi dan masyarakat akan dapat terpenuhi.
Kesimpulan
Perennialisme diambil dari kata Perennial, yang dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English diartikan sebagai “Continuing throughout the whole year” atau “Lasting for a very long time” abadi atau kekal. Dari makna yang terkandung dalam kata itu aliran perenialisme mengandung kepercayaan filsafat yang berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang bersifat kekal abadi.        Perennialisme adalah gerakan pendidikan yang mempertahankan bahwa nilai-nilai universal itu ada, dan bahwa pendidikan hendaknya merupakan suatu pencarian, penanaman kebenaran-kebenaran dan nilai-nilai tersebut.
DAFTRAR PUSTAKA
Sadulloh, Uyoh. 2012. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sejarah Benteng Pendem Cilacap

0 komentar

Sejarah Benteng Pendem Cilacap

Benteng Pendem Cilacap (BelandaKustbatterij op de Landtong te Cilacap), dibangun 1861, adalah benteng peninggalan Belanda di pesisir pantai Telukpenyu, Cilacap, Jawa Tengah. Bangunan ini merupakan bekas markas pertahanan tentara Hindia Belanda yang dibangun di area seluas 6,5 hektar secara bertahap selama 18 tahun, dari tahun 1861 – 1879. Benteng pendem sempat tertutup tanah pesisir pantai dan tidak terurus. Benteng ini kemudian ditemukan dan mulai digali pemerintah Cilacap tahun 1986 (sumber : wikipedia)
Description: http://hilsya.files.wordpress.com/2012/03/p1030895.jpg?w=300&h=224
Benteng ini berada di kawasan lahan milik Pertamina, total luasnya 10,5 Ha. Lahan yang digunakan Pertamina sekitar 4 Ha. Secara umum, kawasan benteng yang telah dieksplorasi baru sekitar 60%. Untuk masuk ke dalam Benteng, pengunjung yang masuk ke kawasan wisata Teluk Penyu harus membayar tiket 4000 per orang, sedangkan tiket kendaraan  sebesar 5000. Dengan mengikuti petunjuk arah, belok ke kanan sekitar 200 m kita bisa menemukan Benteng yang dimaksud. Letaknya di sisi kanan jalan dari arah belokan tadi *bingung kan nulis apaan sih?*. Tenang saja, mudah kok mencarinya karena sisi sebelahnya adalah laut selatan.
Di pintu masuk pengunjung dikenai HTM sebesar 4000 rupiah per orang. Kami setuju ditemani pemandu, karena memang lebih nyaman dan jelas. Saya mengemban ‘tugas negara’ untuk membuat catatan perjalanan yang berguna bagi nusa dan bangsa *hiperbola*. Bukan sekedar jalan-jalan atau mojok seperti abg yang ditemui di sana.
Masuk ke dalam Benteng kami dipandu melewati lingkaran parit. Konon pada jaman dahulu lebar parit sekitar 18 m dengan kedalaman 3 m. Saat ini lebar paritnya hanya 5 m dengan kedalaman 1-2 m. Fungsi parit yang utama adalah melindungi benteng, menghambat laju musuh, patroli keliling menggunakan perahu kecil, dan tempat pembuangan air dari terowongan. Pada saat melewati parit inilah, tiba-tiba saya diserbu perasaan dingin dan bulu kuduk langsung berdiri *masih tahap berkenalan rupanya*.
Description: http://hilsya.files.wordpress.com/2012/03/p1030948.jpg?w=300&h=224
Masih ada beberapa tempat yang sedikit dilewati yaitu bangunan-bangunan peninggalan Jepang dan makam tua di bawah pohon trembesi. Makam tersebut konon adalah milik Sekar Wulung dan Ibu Nyai Sekar Jagad yang merupakan tokoh penyebar agama Islam bercampur Kejawen.
Sebenarnya saya masih semangat untuk bertanya ini itu pada bapak pemandu atau bahkan sekaligus menyebrang ke  Nusakambangan, namun dua orang teman saya sudah menunjukkan muka ingin buru-buru hengkang. Impian ke Nusakambangan itupun agaknya harus dilupakan mengingat kami harus segera kembali mengambil peralatan di lapangan. Padahal menyebrang ke sana hanya membutuhkan waktu 15 menit dan membayar 15 ribu PP per orang. Selain masih ada benteng lainnya, di sebelah barat pulau itu terdapat pantai pasir putih yang indah.


Buaya buntung

0 komentar

Buaya buntung
Narasumber : penduduk tertua di kampung pekong

Jika kita mendengar mengenai buaya yaitu reftil yang ganas dan sadis dan buaya pun pemangsa binatang-binatang yang ada di sekitar daerah kawasan buaya buaya tersebut. Dan yang selalu kita ketahui tentang buaya itu adalah mulut yang panjang dan gigi yang tajam serta ekornya yang panjang dan tajam, pungsi ekornya itu buat menyabet mangsa-mangsanya yang ada di sekitarnya atau buat dia berenang di air juga .
Ada sejarah mengenai buaya buntung yang ada di kampung pekong, ceritanya menarik ayo simak yuukkk,,,,
Dahulu ada seorang petani yang sedang menanam jagung di ladangnya, jagungnya sudah mateng tinggal petani itu memetiknya. Akan tetapi hujan selalu mengguyur daerah kampung pekong dan alhasil daerah kampung pekong yang letaknya di Rahong terkena banjir hingga hasil panen petani jadi tidak bisa di panen dan berhubung ada beberapa buah jagung yang masih bisa di petik, seorang petani memberanikan diri di tengah tengah banjir memetik jangungnya, dan tiba-tiba si petani melihat buaya tapi tanpa ekor dan buaya itu menyamperi petani akan tetapi petani itu lari dan petani melihat cara buaya memansha buruan si buaya itu ternyata buaya buntung itu buat memansha hewannya dengan cara mengigit langsung tanpa di gibas dahulu menggunakan ekornya yang seperti buaya-buaya lain lakukan. Dan cerita buaya buntung yang ada di daerah pekong rahong ternyata benar sampai sekarang pun cerita itu ada,,,,
Dan hanya seginilah mitos atau cerita buaya buntung yang saya ketahui dari mulut ke kemulut dari masyarakat di kampung pekong, insyaallah jika saya tahu lebih lanjut akan saya bahas lagi di blogers saya terimakasih …. J


Naga

0 komentar

Naga
Narasumber : penduduk tertua di kampung pekong

Sekilas jika mendengar kata naga ingat cerita cerita masyarakat cina dan cerita cerita rakyat tentang naga dengan mitosnya, tapi di kampung pekong masyarakat zaman dahulu sangat mempercayai tentang keberadaan naga angina tersebut.
Jadi sekilas cerita dari penduduk setempat dahulu masyarakat di kampung pekong sering mengembala sapi, kerbau, dan kambing mereka menghabiskan waktu bermainya di sawah dan ladang karena zaman dahulu tidak ada hiburan seperti sekarang seperti televisi dan lain-lain, jadi masyarakat sering mainnya di sawah. Jika waktu sore tiba anak anak anak kecil sering berkumpul buat melihat seekor naga angin, percaya apa tidak dengan mitos tersebut tapi menurut masyarakat setempat naga angina itu ada keberadaannya.
Tanda- tanda akan adanya naga angina seperti awan mendung atau mau hujan dan angin kenceng dan nanti tiba tiba angina berbentuk seperti ular yang gede atau naga,. Semakin anak-anak pengembala pada teriak ‘’olek olek olek ‘’ angina yang berbentuk naga itu semakin kebawah atau semakin panjang badannya, dan jika badanya terputus maka angin datang sangat kencang bangat kaya mau ada badai. Nah itu cerita naga di kampung pekong percaya apa tidak tapi ada sebagian beberapa warga yang percaya akan cerita tersebut da nada beberapa juga yang tidak percaya dengan cerita tersebut.


Macan penunggu kampung pekong

0 komentar

Macan penunggu kampung pekong
Narasumber : penduduk tertua di kampung pekong

Jika kita dengar cerita tentang macan jadi-jadian seperti kembali ke masa lalu dan aneh jika mendengar kata macan jadi-jadian atau macan penunggu kampung demi keamanan kampung pekong ini.
Macan jadi-jadian atau macan penunggu kampung pekong ini selalu memberi kabar kepada masyarakat pekong jika ada bahaya mendekat seperti kedatangan pihak belanda atau pihak jepang, macan tersebut akan memperlihatkan tubuhnya yang besar tapi dia tidak membahayakan masyarakat di kampung pekong dia hanya memberitahukan jika ada bahaya, jika macan itu bisa ngomong mungkin macan tersebut akan berbicara aka nada bahaya tapi namanya hewan tidak bisa berbicara jadi dengan memberitahunya dengan memperlihatkan tubuhnya kepada masyarakat pekong tersebut.
Dan orang tua dahulu tahu akan bahaya yang akan datang jika macan tersebut memperlihatkan wujudnya, wujud macan itu besar kat orang tua dahulu besarnya segede rumah dan ekornya panjang banget tapi macan itu jika orang ingin melihatnya, macan itu tidak akan memperlihatkan wujudnya karena seperti seluman .



Bunar( masmelati)

0 komentar

Bunar( masmelati)
Narasumber : penduduk tertua di kampung pekong

Ibu masmelati adalah pahlawan yang menyelamatkan masyarakat pekong bunar dan sebagainya, percaya apa tidak percaya dengan mitos yang terdengar di masyarakat sekitar, dahulu waktu masyarakat pekong, bunar, saga dan sebagainya di serang oleh belanda masyarakat tersebut pada lari atau menghindar ke daerah bunar masmelati untuk menghindar dari serangan bom yang dasyat itu, dan ada orang yang sukarela menolong masyarakat yang sedang kebingungan dan ketakutan yaitu ibu masmalati dia adalah sosok penyebar agama yang baik dia melihat masyarakatnya sedang gelisah dan ketakutan akhirnya ibu masmalati berdakwah kepada masyarakatnya untuk tidak takut karena masih ada allah yang bisa melindungi kita dari serangan orang-orang jahat/ belanda .
Akhirnya daerah sekitar bunar masmelati di sulap menjadi lautan, sehingga belanda jika melihat bunar seperti lautan yang luas seperti tidak ada kehidupan, akan tetapi sebenarnya itu hanya patamorgana dalam pandangan bangsa belanda, yang sebenarnya itu kampung biasa dan masyarakat bersembunyi di kampung bunar.

Atas bantuannya masyarakat jadi tenang dan belanda pun tidak lagi datang ke daerah tersebut . 

Asal usul pekong

0 komentar

Asal usul pekong
Nara sumber : penduduk tertua di kampung pekong

Awal terjadinya nama kampung pekong itu adalah dari kata MPE dan khong menurut orang tua dahulu kata  MPE dan khong yang menjadi mpekhong  itu pemberian oleh bangsa belanda, karena dahulu daerah mpekhong di kuasai oleh belanda dan kata mpe itu artinya tua dan khong pun artinya tua jadi di gabung kampung tua karena dari namanya juga mpekhong.
Pada zaman era penjajahan belanda/ zaman cuke, kampung pekong masyarakatnya di kuasai oleh belanda contohnya dalam pembagian padi masyarakat pekong di paksa harus stor padi ke pemerintahan belanda yang ada di markasnya, jika masyarakat pekong tidak menyetor padi ke pemerintahan belanda masyakat pekong di pukuli sampai bonyok.
Mungkin kata lainnya masyarakat pekong menjadi remusha/kerja paksa  dalam penyetoran padi sandang pangannya.
Dalam era zaman cuke masyarakat pekong tidak bisa melawan penjajah karena penjajah belanda mempunya alat-alat perang yang lengkap dan disitulah masyarakat pekong tidak bisa melawan, tapi ada tentara Indonesia yang suka rela melawan penjajah dim kampung pekong dan membangkitkan semanagt masyarakat pekong untuk menggerakan pengusiran belanda di kampung pekong dengan alat sekedarnya yaitu alat bamboo runcing. Dan alhamdulilah dengan alat yang seadanya dan semangat ingin bebas dari siksaan belanda kampung pekong berhasil menghusir belanda, tapi ada yang di sayangkan karena jembatan penghubung balaraja ke serang di bom oleh belanda jadi hancur dan suara letusannya terdengar hingga ke kampung pekong, itulah kemarahan bangsa belanda kepada rakyat pekong.


Hatiku

0 komentar

Hatiku
karya rika agustiani 


Hati tak pernah salah
Jika kita berbicara hati siapa yang tahu hati manusia karna hati tak bisa di tebak oleh akal piker manusia dan itu pun pernah dibahas dalam pelajaran pilsafat pendidikan.
Hati..hati..hati
Tak percaya dengan apa yang dilakukan
Memaksakan diri untuk mencintai
Mencintai orang yang tak dicintai
Demi ketidak pahaman hati
Tapi, seiring waktu
Kita sering bertemu
Sering jalan bareng
Walau sesaat tapi menyimpan kenangan
Dengan mu …
Dan aku memilih cinta yang salah
Melepas cinta sejatiku
Demi orang yang saying sesaat
Dan kini aku merasa rindu kamu …


Kebahagiaan

0 komentar


Jati Diri Mu

0 komentar


Negeri ku Indonesia

0 komentar


Filosifis Bunga Edelwis

Rabu, 22 Juli 2015 0 komentar

Filosofi dan Mitos Bunga Edelweis ( Edelweis anaphalis javanica )



Bunga ini memang tidak begitu indah bentuknya tetapi perjuangan untuk memperolehnya telah membuatnya sangat berkesan dan indah untuk diceritakan. Untuk mendapatkannya, kita akan mengalami kepanasan, kedinginan, kehujanan (bila sedang musim hujan), memasuki hutan yang lebat, dan menempuh perjalanan yg jauh. Namun, apapun akan dilakukan untuk melihat dan menikmati bunga EDELWEIS bagi seorang pecinta alam dan pasti TIDAK AKAN MEMETIKNYA UNTUK DI BAWA PULANG bila mereka menyebut dirinya sebagai PECINTA ALAM

Anaphalis javanica, yang dikenal secara populer sebagai Edelweiss jawa (Javanese edelweiss), adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka.
Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga-bunganya, yang biasanya muncul di antara bulan April dan Agustus , sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan, dan lebah terlihat mengunjunginya.
Jika tumbuhan ini cabang-cabangnya dibiarkan tumbuh cukup kokoh, edelweis dapat menjadi tempat bersarang bagi burung tiung batu licik (Myophonus glaucinus).

Bunga ini rata-rata berwarna putih–abu-kehijauan dan putih kekuning-kuningan. Banyak yang mengatakan bahwa ada edelweis yang berwarna ungu, biru, dan merah. Kebenarannya masih sebuah misteri. Bunga ini tumbuh membentuk rimbunan kecil di permukanan tanah. Ketika dipetik dan disimpan di tempat kering dan temperatur ruangan, bunga ini tidak akan berubah warna seolah-olah ia tetap hidup dan abadi. Inilah keistimewaannya sehingga ia sering menjadi lambang kecintaan seorang remaja pria terdadap kekasihnya. Hal ini jugalah yang memancing para pendaki untuk memetik dan membawanya pulang. Bunga ini tidak akan layu jika sudah dipetik tetapi bunga ini hanya akan mengering.
Bagian-bagian edelweiss yang sering dipetik dan dibawa turun dari gunung untuk alasan-alasan estetis dan spiritual, atau sekedar kenang-kenangan oleh para pendaki. Pada bulan Februari hingga Oktober 1988, terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir tumbuhan ini. Dalam batas tertentu dan sepanjang hanya potongan-potongan kecil yang dipetik, tekanan ini dapat ditoleransi. Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tumbuhan ini dinyatakan punah.
Bunga edelweis (Leontopodium alpinum) yang sering disebut-sebut sebagai bunga abadi tumbuh di tempat terbuka dan lembab yang terdapat di puncak atau lereng gunung tertentu, seperti Gunung Gede, Malabar, Papandayan, Cikurai, Guntur, dll. Dalam ilmu botani, bunga tersebut terbentuk secara alami dari timbunan humus dan memerlukan waktu sedikitnya lima tahun untuk tumbuh dan berbunga.
Bunga edelweis jawa ini sudah banyak dibudidayakan oleh para petani di daerah Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah. Biasanya mereka membudidayakan dengan cara menanam anakan yang tumbuh dari biji dan tersebar di sekitar pohon induknya. Paling tidak bunga edelweis ini sebaiknya ditanam di daerah dataran tinggi lebih dari 1000 m dpl, pada tanah liat berkapur atau berpasir dengan pH (keasaman tanah) antara 4-7. Dan menyukai sinar matahari penuh.

Filosofi dan Mitos bunga Edelewis (Anaphalis Javanica) 
Filosofi :

Edelweiss (Leontopodium alpinum), salah satu bunga yang sangat terkenal sebagai "BUNGA GUNUNG EROPA", sebagai salah satu keluarga BUNGA MATAHARI (Asteraceae).

Nama bunga ini berasal dari GERMAN edel (berarti Mulia-noble) dan weiß (berarti Putih - white). Nama Genusnya Leontopodium berarti "LION'S paw" atau CAKAR MACAN, sedangkan LEON dari bahasa YUNANI - leon (lion) and podion ( KAKI, pous, foot). 
• Bunga ini bisa tumbuh mencapai ukuran 3-20cm (dalam perawatan dan pengembangan bisa mencapai 40cm). Daun yang muncul nampak seperti WOOL karena tertutup oleh BULU-BULU yang PUTIH.
• Bunga ini mekar antara bulan JULI dan SEPTEMBER . Dan uniknya penyebaran bunga ini lebih menyukai daerah berbatu dan berkapur pada ketinggian 2000-2900m. 
• Bunga ini tidak beracun, dan sudah digunakan sebagai obat tradisional untuk melawan penyakit yang berhubungan dengan perut (pembedahan perut) dan penyakit yang berhubungan dengan pernapasan.
• Bunga ini biasanya tumbuh di lokasi yang tidak terjangkau, yang mana ini banyak terjadi di negara Slovenia dengan pegunungannya . Karena warna PUTIH-nya maka Switzerland menjadikannya sebagai simbol ke-MURNI-an dan ke-CANTIK-an, sehingga bangsa ROMANIA menyebutnya sebagai, floarea reginei (Queen's flower).

Mitos Bunga Edelweis 

Edelweis (kadang ditulis eidelweis) atau Edelweis Jawa (Javanese edelweiss) juga dikenal sebagai Bunga Abadi yang mempunyai nama latin Anaphalis javanica, adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m.


Di balik keindahan dari bunga edelweis ternyata tersimpan sebuah mitos, dimana bagi yang memberikan bunga ini kepada pasangannya, maka cintanya akan abadi. Tidak sedikit para pencinta yang menjadikan bunga abadi ini menjadi salah satu hadiah spesial bagi pasangannya. Konon, hal itu dimaksudkan agar cintanya abadi.

Mmm.., kalau bicara mengenai mitos memang susah, meskipun terkadang itu tidak masuk akal. Tapi di lain sisi, ketika posisi kita telah menjadi korbannya, justru sebaliknya, “Mitos mampu mengalahkan sebuah logika dan keyakinan”. Nggak percaya? Coba deh tanyain ke teman-teman kamu mengenai hal ini. Atau mungkin diantara kamu memiliki cerita tersendiri mengenai mitos ini.

Siapa yang nggak tahu bunga edelweis, atau banyak orang yang memberikan istilah dengan bunga abadi. Kalau dilihat dari bentuknya bunga ini sangat cantik, dan di balik kecantikannya itu tersimpan makna ataupun mitos yang cukup banyak mempercayainya. Butuh perjuangan untuk mendapatkannya, karena bunga yang satu ini biasanya tumbuh di puncak-puncak atau lereng-lereng gunung.

Oleh karena itu kamu bisa membayangkan betapa susahnya untuk bisa memetik si bunga abadi ini. Orang bilang, “Untuk mendapatkan bunga edelweis yang indah, maka semakin besar resiko yang dihadapi”, karena nyawa adalah tantangannya. Mengingat bahwa bunga edelweis telah menjadi bunga yang langka dan dilindungi, razia juga salah satu resiko yang harus ditanggung.

Tapi.., fenomena yang ada sekarang ini justru mengharuskan kita agar dapat bijaksana dan membuat benang merah agar bunga edelweis tetap ada sebagai pelepas dahaga jika seandainya suatu saat kita berdiri di sebuah puncak yang tinggi, dimana sekeliling kita adalah hamparan bunga abadi ini. Save Edelweis!

So, kalau pacar kamu bertanya, “Kenapa kamu (tiba-tiba) nggak suka bunga edelweis? Bukankah itu bunga abadi yang bisa membuat cinta kita abadi seperti bunga edelweis?”. Cari alasan lain aja deh, yaa.. mungkin kamu bisa bilang, “Bunga itu terlalu indah untukku..”, “Aku gak tega melihatnya, karena hanya bunga ini puncak dan lembah di pegunungan menjadi indah..”, atau, “Cinta kita akan lebih indah dan abadi jika kamu memberikan bunga bank..”. Bagi yang percaya bahwa bunga edelweis bisa membuat cinta kamu abadi, akan lebih bijaksana kalau kamu justru membiarkan bunga itu tumbuh dan abadi sesuai pada tempatnya.

Kamu tidak akan pernah mendapatkan cinta abadi (dari sekuntum bunga abadi), tapi adalah cinta sejati (juga bukan dari sekuntum bunga Edelweis). Dan kamu justru tidak akan mendapatkan keduanya jika kamu tidak meyakini bahwa yang sedang kamu rasakan???

Sabar

0 komentar


Indahnya Negeriku

0 komentar


Makna Sebuah Sahabat

0 komentar

MAKNA SEBUAH SAHABAT

Ciptaan rika agustiani


Teman adalah orang yang baru kita kenal dan akrab kita sering makan, jalan dan main bareng . kemana mana kita selalu bersama teman senang senang tapi teman tidak akan tahu dimana kita susah dimana kita senang karena teman hanya lah teman yang datang ketika senang saja.
Sahabat adalah orang yang datang disaat kita sedih, susah dan tahu keadaan tentang dirikita  dan mau terima kita apa adanya itulah sahabat, sahabat akan selalu ada jika sahabatnya mengalami kesulitan.
Inilah ceritaku :
Bermain ketawa curhat bareng dengan sahabat, ketika salah satu sehabat mengalami musibah aku akan selau merangkul dia dikala susah dan senang karena aku merasa dia sahabatku, tapi aku salah menilai mereka ternyata ketika aku jatuh dari jurang seseorang yang aku kira sahabat mereka hilang tidak tahu kemana ….
Sahabatku sakit aku rela lari-lari tengah malam beli obat untuknya dan aku pijat seluruh tubuhnya, disitulah aku berpikir jika aku ada di posisi dia apakah sahabatku akan memerlakukan aku seperti ini ? dan alhasil mereka lupa dengan perjuanganku selama ini .
Inti dari sebuah ceritaku, jangan terlalu percaya akan orang yang baru kenal karena kita belum tahu seutuhnya tentang orang tersebut apa dia baik apa tidaknya, dan jangan terlalu baik kepada orang lain .



Daun Yang Hijau

0 komentar

Daun yang hijau
Ciptaan : rika agustiani


Hijau hijau dan hijau
Dengan warnamu yang hijau
Kau begitu indah dan sejuk
Dikala pagi ketika aku membuka jendela
Mata, pikiran terasa tentram
Tidak ada beban yang ku pikirkan
Sejak melihatmu yang hijau
Cahaya
Cahaya sinar matahari pagi
Menyinarkan warnanya yang hijau
Membuat mataku tertarik kepadanya
Cantik ketika kupandang
Kau daun hijauku
Tetaplah bersemi menghiasi rumahku
Hingga tentram nian selalu


Padang Pasir

0 komentar

padang pasir
ciptaan : rika agustiani
padang pasir
kosong kosong dan kosong
itulah yang aku lihat
hanya ada butiran pasir yang melimpah
menutupi pandanganku
langkah demilangkah
aku coba untuk berjalan hingga ujung
pasir yang kosong
lelah, cape, haus, itu yang terasa
dalam perjalanan ini
tapi
tak kunjung sampai hingga tujuan
hanya ada hayalan patamorgana
yang menghiasi pandanganku
dihamparan pasir pasir panas
berharap hujan turun, tapi
tidak ada 1 tetes air yang jatuh
yang ada hanya terik matahari
yang membakar seluruh tubuh ini
tapi itu akan aku lalui hingga ajal  menjemputku

(itulah aku musafir ) 

Kutulis Namamu

0 komentar

Kutulis namamu
Ciptaan : rika agustiani
Kertas putih yang kosong
Seperti bayi baru lahir
Yang suci dan polos
Tidak ada satu titik
Yang menodai kesuciannya
Aku pandang kertas putih ini
Tapi, tak selamanya kertas putih
Ini akan selalu putih..
Aku mulai menodai kertas putih ini
Dengan coretan
Dan aku berpikir dengan hati
Yang selalu memanggil nama seseorang yang selalu muncul
dalam mimpiku dan membuatku
menunggu akan ketidak pastian ini
kertas putih yang kucoret namamu
kaulah cinta pertamaku
cinta pertama yang aku ukir di dalam benakku
dan akan selalu terukir sebelum
seseorang yang menghapus nya …


Ibu

0 komentar

Ibu
Ciptaan : rika agustiani
Ibu
Tanpamu aku tiada artinya
Kau pertaruhkan nyawamu demi aku
Tetapi masih banyak anak yang duhraka kepadamu
Tidak mengakui ibumu
Padahal ibumulah yang ada di belakang kesuksesanmu
Dikala kau senang ibumu ada
Dikala kau sedih ibumu selalu ada
Ibu, segalanya bagiku
Tidak ada yang bisa menggantikanmu
You are my everytingf mom


J di dalam filsafat terdapat rasa kasih sayang terhadap orangtua dan rasa itulah yang membuat rasa yang ada di hati seseorang yang tidak dapat di rubah olah orang lain 

Tawamu senyumu

0 komentar

Tawamu senyummu
Ciptaan : rika agustiani
Tertawa …..
Dan terus tertawa
Itulah yang engkau lakukan
Kepadaku …
Tersenyum …
Dan terus tersenyum
Dan itulah yang engkau lakukan
Kepadaku…
Tapi …
Apakah tertawamu dan senyummu
Itu dari rasa hatimu …
Aku selalu berharap itu dari hati …
Karena hati tak pernah berbohonng ..
Inilah hatiku untukmu ..


J di dalam filsafat ada 2 hal yang tidak bisa di ketahui oleh manusia yaitu hati dan takdir, hati seseorang susah untuk kita ketahui dan tidak bisa di pikirkan dengan logika bila mulut berbicara tidak hati akan berbicara iyah. Itu lah tentang hati